Blog

Plus Minus Bekerja Sebagai Content Writer Suatu Digital Agency

Ketika bicara tentang digital agency apa kata kunci yang pertama kali mampir ke kepala Anda? Dari sekian banyak keyword yang tersedia mungkin content writer merupakan salah satu konten yang paling sering dibicarakan.  Apakah Anda hobi menulis dan ingin menjadi penulis yang cakap dalam suatu digital agensi? Cari tahu lebih dahulu suka duka yang harus Anda hadapi.

Plus Minus Bekerja Sebagai Content Writer Suatu Digital Agency

  1. Menimba Ilmu Tanpa Henti

Beda dari menulis novel atau cerpen kampus, loading pekerjaan sebagai content writer digital agency lebih besar dan penuh tekanan. Ibaratnya hampir sama seperti pekerja kantoran lain yang memiliki jadwal dan jam kerja.

Berbanding terbalik dengan penulis lepas yang jam kerjanya lebih bebas dan tidak mengikat. Load pekerjaan yang banyak dan beragam memang memusingkan tapi di sisi lain mampu mengembangkan minat baca Anda.

Dari yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu. Pada dasarnya, pekerjaan sebagai content writer memang mengharuskan Anda lebih banyak membaca agar menguasai materi dengan mudah.

  1. Bekerja dengan Orang Berbeda Setiap Harinya

Content writer mungkin tidak seperti orang marketing yang berhubungan langsung dengan pemasaran digital tapi peran mereka juga ada di dalamnya. Mustahil seorang content writer mampu menulis artikel dengan baik tanpa memahami tujuan dan keinginan klien bukan?

Meski lebih banyak bekerja dengan komputer, seorang content writer juga harus bersikap luwes dan fleksibel terhadap klien. Mengapa? Karena setiap klien memiliki kebutuhan dan selera yang berbeda-beda. Belum tentu klien A merasa puas ketika Anda memperlakukannya sama seperti klien B.

  1. Menghabiskan Waktu Lebih Banyak di Depan Komputer

Banyak yang bilang penulis atau penyuka buku sebagai kutu buku. Faktanya, hampir sebagian besar penulis atau content writer menghabiskan lebih banyak waktu mereka bercengkrama dengan komputer.

Makin banyak loading pekerjaan yang agensi bebankan maka makin lama pula kebutuhan seorang content writer untuk duduk manis depan komputer. Efek buruknya, seorang content writer bisa kehilangan minat untuk menjalin pertemanan dengan orang baru. Ada juga resiko mata minus karena radiasi dari sinar komputer.

  1. Apresiasi Terhadap Pekerjaan Masih Timpang

Masih tertarik menjadi content writer yang memberikan pengaruh besar terhadap digital marketing? Kelemahan lainnya bekerja sebagai penulis konten agensi digital adalah apresiasi yang masih lemah dari kalangan masyarakat.

Pada dasarnya, hampir semua pekerjaan yang berkaitan dengan dunia literasi selalu masyarakat pandang sebelah mata bukan hanya content writer saja. Padahal banyak orang sukses yang berhasil mengumpulkan harta dengan modal tulisan entah fiksi maupun non fiksi.

Apresiasi rendah terhadap dunia literasi memang perlu pembenahan sehingga generasi muda yang bermimpi menjadi content writer tidak ragu untuk melakukannya. Pilih jasa digital agency yang menawarkan banyak benefit sebagai content writer tidak hanya loading pekerjaan yang menimpuk.

Oleh: gogo.co.id

WhatsApp WhatsApp us